Editing adalah proses
pemilihan, pemotongan, dan penggabungan gambar-gambar sehingga menghasilkan
sebuah film/program/tayangan. Orang yang melakukan editing disebut sebagai
editor. Ada 2 teknik editing, pertama adalah linear editing, kedua adalah
non-linear editing.
Video adalah suatu media pengirim pesan yang dapat menampilkan suara serta gambar bergerak. Pesan tersebut dapat berupa fakta, data dan berita.
Desain
adalah merujuk pada seni terapan, proses kreatif, arsitektur, dan sejenisnya
yang secara bahasa bisa berupa kata benda maupun kata kerja.
Sebagai kata kerja, pengertian desain adalah
proses dalam membuat dan menciptakan objek baru. Sementara arti desain sebagai
kata benda yaitu hasil akhir dari sebuah proses kreatif. Wujudnya bisa sebuah
rencana, proposal, atau berbentuk hasil karya yang nyata.
Seorang pakar desain ternama, JB Reswick,
berpendapat bahwa desain adalah kegiatan kreatif yang melibatkan penciptaan
sesuatu yang baru dan berguna yang belum ada sebelumnya.
Namun, pada kenyataannya pengertian desain
tidak hanya fokus pada nilai estetik, tetapi juga aspek fungsi dan latar
industri yang melatarbelakanginya saja seperti seni rupa, teknologi, rekayasa,
dan sebagainya.
Desain sebagai seni terapan yang melibatkan
susunan garis, bentuk, warna, ukuran, dan nilai sebuah benda memiliki
prinsip-prinsip tertentu.
Hasil desain dapat menciptakan beragam produk
mulai dari benda fisik atau benda pakai seperti baju hingga peralatan rumah
tangga.
Selain itu, hasil desain juga dapat berupa
kenyamanan visual pada tampilan antarmuka website, aplikasi ponsel, dan
arsitektur serta interior pada sebuah rumah.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengertian
desain adalah sebuah perencanaan kreatif berupa proses untuk membuat dan
menciptakan objek baru.
Tujuan
Desain
Ada beberapa tujuan desain diciptakan,
berikut ini diantaranya:
·
Membantu
manusia dalam menciptakan sebuah objek, sistem, struktur, dan komponen yang
bermanfaat.
·
Menciptakan
sesuatu yang dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas hidup
manusia.
·
Jika
dipadukan dengan berbagai unsur lainnya, seperti teknologi, desain dapat menciptakan
keindahan, kemudahan, kenyamanan, dan keamanan.
·
Menjadi
wadah untuk menunjukkan tampilan objek tertentu kepada masyarakat dengan
gambaran atau keadaan sesungguhnya.
·
Meningkatkan
ilmu pengetahuan manusia sehingga bisa lebih memahami bentuk gambar bidang,
ruang, konfigurasi, komposisi, susunan, dan lainnya.
Jenis
Ilmu Desain
Mengingat hasil dari desain yang luas, maka
desain juga diturunkan menjadi beberapa jenis ilmu yang terkait dengan
hasilnya.
Berikut ini cabang ilmu desain yang umum
dijumpai:
Desain Grafis
Desain grafis atau disebut juga Desain
Komunikasi Visual (DKV) adalah cabang ilmu desain yang mengutamakan komunikasi
visual yang dihasilkannya. Proses desain grafis yaitu mengkombinasikan
tipografi, ilustrasi, fotografi dan cetak.
Tujuan dari cabang ilmu desain grafis ini
memberikan kenyamanan indera, tujuan persuasif (mengajak), memberikan informasi
atau perintah yang dapat disampaikan dengan baik kepada khalayak.
Desain Produk (Industrial Design)
Desain produk menggambarkan proses membayangkan,
menciptakan, dan mengulangi produk yang memecahkan masalah pengguna atau
memenuhi kebutuhan spesifik di pasar tertentu.
Fokus dari desain produk adalah
fungsionalitas dan tampilan benda pakai yang akan diproduksi secara industri.
Selain keindahan tampilan, konsentrasi ini juga menuntut seorang desainer untuk
memperhatikan kenyamanan fisik pada produk yang diciptakan.
Desain Arsitektur
Desain arsitektur adalah cabang ilmu desain
yang terkonsentrasi terhadap perancangan bangunan.
Tak hanya berkutat pada keindahannya, desain
arsitektur juga harus memperhatikan berbagai aspek seperti keseimbangan
lingkungan sekitar, termasuk pada alam, manusia dan faktor sosialnya.
Desain Interior
Desain interior berfokus pada perancangan
interior suatu ruang dalam bangunan. Sederhananya, desain interior menjadi
cabang ilmu yang bertujuan mengefisiensikan penggunaan ruang yang telah
dihasilkan oleh desain arsitektur.
Lingkup desain interior bisa berupa tata
letak, furnitur yang disediakan, dan lain sebagainya.
Meskipun cabang ilmu desain
bermacam-macam, tetapi pada intinya desain memiliki prinsip dasar yang yang
mirip satu sama lain.
Apa saja prinsip dasar desain?
Yuk, simak di bawah ini.
Komposisi (Sequence)
Komposisi atau sequence adalah penataan
elemen secara keseluruhan agar alur menjadi lebih nyaman. Misalnya penerapan
komposisi pada desain arsitektur berupa pembagian ruang menjadi tiga fungsi
zona yaitu public, private, dan service.
Setiap ruangan perlu diatur sesuai dengan
alur zona dan fungsi ini. Seperti ruang tamu yang berada paling depan dan kamar
tidur yang tidak berhadapan atau bersebelahan langsung dengan zona service
seperti dapur. Nah, prinsip komposisi inilah yang mengatur ini.
Proporsi (Proportion)
Proporsi adalah kesesuaian dimensi dari
elemen desain dengan aspek lainnya. Misalnya, pada desain arsitektur, selain
keindahan juga harus memperhatikan aspek lingkungan sekitar dan juga fungsi
serta aspek arsitektural lainnya seperti lokasi, posisi, dan juga dimensi objek
lainnya.
Anda bisa mengikuti standar umum yang sudah
ditetapkan sehingga bisa meminimalisir terjadinya proporsi yang tak estetis
pada desain secara keseluruhan.
Irama (Accentuation & Rhythm)
Pada ilmu desain, irama adalah penataan dari
sebuah elemen yang harmonis. Elemen inipun bisa bervariasi mulai dari bentuk
dan warna. Selain itu, pada desain interior dan arsitektur, irama juga mencakup
elemen perabot dan dekor ruangan.
·
Irama
statis yaitu pengulangan dengan pola yang sama dan konsisten.
·
Irama
dinamis, di mana faktor penentu pengulangan irama bisa lebih dari satu aspek
dan bervariasi.
Keseimbangan (Balance)
Prinsip keseimbangan berupa keseimbangan yang
simetris dan asimetris. Keseimbangan simetris dalam desain arsitertur, Anda
bisa mengimajinasikan garis pada bagian tengah-tengah objek arsitektur dan
apakah kedua sisi memiliki visual yang serupa atau seperti reflektif.
Hal ini bisa berlaku dalam desain interior,
terutama dalam penataan perabot dan furnitur, dekorasi dinding, fasad, serta
penataan denah bangunan.
Sementara, keseimbangan asimetris, di mana
penataan sengaja dibentuk tak seimbang dengan menitikberatkan kontras pada
salah satu titik atau sisi dalam ruang. Prinsip desain arsitektur asimetris
terbilang cukup beresiko karena diperlukan sense of art yang tinggi untuk bisa
membuat komposisi desain arsitektur asimetris yang terlihat estetis dan baik.
Point
of Interest atau Contrast
Prinsip desain ini dapat dilihat dengan
membuat sebuah elemen kontras mulai dari bentuk, warna, ukuran, posisi, hingga
tekstur maupun visual, yang menjadi perhatian utama dari sebuah desain.
Ada banyak cara mengimplementasikan prinsip
yang juga disebut focal point pada desain arsitektur rumah, perumahan, cluster maupun interior. Misalnya, dengan penggunaan sofa
unik berwarna mencolok di tengah-tengah ruangan yang didominasi warna
putih.
Skala (Scale)
Dalam ilmu arsitektur dan interior, skala adalah perbandingan dari ruang atau bangunan dengan
lingkungan atau elemen arsitektural lainnya. Pada dasarnya, skala pada desain
arsitektur tak ada aturan khusus karena skala bisa disesuaikan dengan nuansa
atau kesan yang diinginkan.
Misalkan untuk mendapatkan kesan megah, Anda
bisa membuat ruangan dengan tinggi yang lebih tinggi daripada ruang lainnya atau
standar pada umumnya.
Kesatuan Desain (Unity)
Prinsip kesatuan dalam desain sangat
dibutuhkan dalam merancang sebuah produk. Tujuannya untuk memberikan keserasian
pada setiap unsur dalam desain bisa dilakukan dengan berbagai hal seperti
dengan penggunaan warna, bentuk, pola, material hingga gaya spesifik desain.
Kesatuan dalam desain interior misalnya,
dengan memilih berbagai jenis kursi dengan gaya desain yang berbeda-beda
pada ruang makan, dengan memberikan elemen khusus, misalnya bantal,
dengan warna yang sama sebagai warna dominan.
oOo
